
Akulah benang perak, Dewa mencurahkan diriku dari surga terhina. Alam mengambilku untuk menghiasi kebunnya dan lembah ngarai.
Akulah mutiara terbuang yang diambil oleh putri sang fajar untuk menghiasi taman-tamannya di istana maya.
Kala aku menangis, bukit pun tertawa.
Kala aku turun, bunga-bunga pun menari.
Kala aku menunduk, semua benda bersuka ria.
Inilah kehidupan.
Terlukis dalam panggung waktu.
Terekam rapi dalam rangkaian abad.
Hidup terasing di dunia maya.
Disenandungkan sebagai nyanyian.
Dan dimuliakan hanya untuk jam, tetapi jam itu disimpan oleh keabadian laksana permata cinta.
Aku merindukanmu Titing..... selalu merindukanmu......
Aku benar-benar tlah jatuh cinta padamu Titing...... Sungguh !!
Aku benar-benar sayang kamu Titing..... Sungguh !!
Titingqu..... Adikqu..... Bungaqu..... Bidadariqu..... Dengarkanlah aku !
Bicaralah padaqu Titing..... biarkan nafasmu yang dibawa oleh angin sampai padaku melalui lembah-lembah kuhirup.
Dengarkanlah Titing...... karena aku ingin mengatakan sesuatu padamu.....
Aku rindu padamu.....
Aku sayang padamu..... teramat sayang.....
Aku cinta padamu..... teramat cinta....
Selalu dan selalu.....
Karena apa yang aku tulis sebagai ungkapan perasaanku yang terdalam..... dari lubuk hatiku
Best Regards
Tukira

